Supernova paling kuat di alam semesta kini diketahui dipicu oleh kelahiran bintang neutron bermagnet tinggi yang berputar cepat dan disebut magnetar. Selama bertahun-tahun, para astronom bingung dengan supernova superluminous – ledakan yang lebih cemerlang dari supernova biasa dengan sepuluh kali lipat atau lebih, dan bertahan jauh lebih lama. Penelitian baru yang dipublikasikan di Nature menegaskan bahwa kejadian luar biasa ini didorong oleh energi besar yang dilepaskan dari magnetar yang baru lahir. Penemuan ini tidak hanya memecahkan misteri lama tetapi juga menandai pengamatan pertama yang dikonfirmasi mengenai pembentukan magnetar secara real-time.
Misteri Supernova Superluminous
Supernova superluminous telah membingungkan para ilmuwan sejak pertama kali terdeteksi pada awal tahun 2000-an. Kecerahannya yang luar biasa dan durasinya yang panjang menantang model kematian bintang yang sudah ada. Ketika sebuah bintang masif runtuh, biasanya ia meledak, meninggalkan bintang neutron atau lubang hitam. Bintang-bintang neutron sangat padat – satu sendok teh beratnya miliaran ton – dan dapat menjadi lokasi fisika ekstrem. Beberapa bintang neutron berputar dengan cepat, memancarkan sinar radiasi sebagai pulsar. Magnetar, bagaimanapun, adalah yang paling ekstrem: pulsar baru lahir dengan medan magnet seribu kali lebih kuat daripada bintang neutron pada umumnya.
Terobosan: SN 2024afav dan Presesi Tiga Lensa
Kunci untuk mengungkap misteri ini datang dari pengamatan SN 2024afav, sebuah supernova superluminous yang terletak sekitar satu miliar tahun cahaya dari Bumi. Para astronom melacak supernova selama 200 hari dan mencatat pola yang aneh: kecerahannya menurun secara berkala, dengan interval antara penurunan yang menyusut seiring waktu. Perilaku ini tidak sejalan dengan sumber energi mana pun yang diketahui kecuali satu: magnetar yang berputar cepat.
Medan magnet magnetar yang sangat besar berputar dan berputar saat berputar dengan kecepatan mendekati cahaya, memompa keluar radiasi yang sangat besar. Energi ini meningkatkan gas yang dikeluarkan di sekitarnya, memperkuat luminositas supernova dan memperpanjang umurnya. Yang terpenting, penurunan kecerahan yang diamati dijelaskan oleh fenomena yang diprediksi oleh relativitas umum Einstein: Presesi Lense-Thirring. Gravitasi ekstrim magnetar membengkokkan ruang-waktu, menyebabkan piringan materi di sekitarnya bergetar seperti gasing yang berputar. Dari sudut pandang Bumi, piringan yang bergoyang ini secara berkala menghalangi pandangan kita terhadap magnetar, sehingga menciptakan pola kerlipan yang teramati.
Mengapa Ini Penting
Penemuan ini penting karena beberapa alasan. Pertama, penelitian ini memberikan bukti konklusif adanya mesin bertenaga magnetar di balik supernova superluminous. Kedua, hal ini menegaskan prediksi teoretis yang sudah lama ada. Ketiga, hal ini menawarkan peluang unik untuk menguji relativitas umum dalam kondisi gravitasi ekstrem. Lingkungan di sekitar magnetar begitu kuat sehingga prediksi teori yang halus pun bisa menjadi efek yang dapat diukur. Seperti yang dicatat oleh Adam Ingram, ahli astrofisika di Universitas Newcastle, “Segala sesuatu tentang sistem ini ekstrem…medan gravitasi cukup kuat sehingga prediksi paling eksotik dari relativitas umum dapat menghasilkan efek yang besar.”
Konfirmasi magnetar sebagai kekuatan pendorong di balik peristiwa-peristiwa ini membuka jalan baru bagi penelitian evolusi bintang, fisika ekstrem, dan hukum dasar yang mengatur alam semesta. Penemuan ini menandai langkah maju yang besar dalam memahami fenomena paling ganas dan energik di kosmos.






















