Jauh di Pegunungan Alpen Timur, gletser Weißseespitze—sebuah arsip beku berusia 6.000 tahun—mencair dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Ini bukan hanya kerugian lingkungan; ini adalah penghancuran catatan sejarah unik yang berisi petunjuk tentang aktivitas manusia pra-industri, tingkat polusi, dan peristiwa iklim kuno. Para ilmuwan berpacu dengan waktu untuk mengekstrak pengetahuan yang tak tergantikan ini sebelum hilang selamanya.

Kapsul Waktu Beku

Lapisan es Weißseespitze, terletak di antara Austria dan Italia, terbentuk selama ribuan tahun ketika lapisan salju terkompresi menjadi es glasial yang padat. Proses ini menjebak partikel-partikel atmosfer—debu, polutan, dan asap—menciptakan catatan beku masa lalu Bumi. Inti es yang dibor dari gletser mengungkap kondisi atmosfer yang membentang sejak zaman Kekaisaran Romawi dan sekitarnya. Hal ini memberikan data yang sangat berharga tentang bagaimana pemukiman manusia dan peristiwa alam telah mengubah lingkungan.

Apa yang Diungkapkan oleh Es

Dari tahun 2019 hingga 2024, para peneliti mengekstraksi inti es sepanjang 32 kaki. Analisis mengungkap jejak pertambangan abad pertengahan, kebakaran pertanian, dan letusan gunung berapi di belahan bumi utara. Khususnya:

  • Puncak Levoglucosan sekitar tahun 1128 M menunjukkan kebakaran hutan berulang yang terkait dengan Periode Hangat Abad Pertengahan, kemungkinan disebabkan oleh kekeringan dan pembukaan lahan.
  • Lonjakan arsenik antara abad ke-11 dan ke-17 berkorelasi dengan intensifnya penambangan perak dan tembaga di Jerman, Austria, dan Italia.
  • Puncak sulfat sejajar dengan letusan gunung berapi besar yang tercatat di Greenland dan Antartika.

Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai peningkatan polusi manusia sejak Revolusi Industri. Es di gletser berfungsi sebagai catatan sejarah yang ringkas: “Ini seperti membaca buku yang sangat padat – ukurannya kecil, namun penuh dengan informasi,” jelas ahli paleoklimatologi Azzurra Spagnesi.

Krisis Mencair

Gletser Weißseespitze menghilang dengan cepat. Sejak tahun 2019, para ilmuwan memperkirakan lebih dari 14,7 kaki es telah mencair—menunjukkan sejarah yang hilang selama berabad-abad. Dengan 30% gletser di Alpen Timur yang diperkirakan akan hilang pada tahun 2030, urgensi untuk mengekstraksi data yang tersisa sangatlah penting. Kerugiannya bukan hanya berupa es; ini adalah hilangnya pengetahuan iklim yang tidak tergantikan.

“Gletser melestarikan kenangan akan planet kita,” kata Spagnesi. “Ketika mereka menghilang, kita tidak hanya kehilangan esnya, kita juga kehilangan pengetahuan yang tak tergantikan tentang bagaimana iklim bumi berevolusi dan bagaimana aktivitas manusia mempengaruhinya.”

Para peneliti berencana kembali untuk ekspedisi terakhir, berharap dapat menyelamatkan sisa-sisa arsip kuno ini. Nasib Weißseespitze menjadi pengingat bahwa perubahan iklim bukan hanya masalah lingkungan—tetapi juga merupakan tragedi budaya dan sejarah yang sedang terjadi.