Lamborghini secara resmi telah memasuki era performa elektrifikasi dengan Temerario, kendaraan listrik performa tinggi (HPEV) yang mengubah apa yang dapat dicapai oleh supercar hybrid. Tidak seperti hibrida plug-in (PHEV) tradisional, Temerario memprioritaskan tenaga mentah dan pengalaman berkendara di atas segalanya, menghasilkan kombinasi pembakaran dan penggerak listrik yang mendebarkan.
Kekuatan dan Performa: Lompatan ke Depan
Temerario melampaui pendahulunya, Huracán, di hampir semua metrik. Sementara Huracán menghasilkan 631 tenaga kuda, model baru ini menawarkan 907 tenaga kuda yang mengejutkan dari mesin V8 4.0 liter twin-turbo yang ditambah dengan tiga motor listrik fluks aksial. Ini bukan sekadar peningkatan bertahap; ini adalah lompatan generasi. Chief Technical Officer Lamborghini, Rouven Mohr, dengan percaya diri menegaskan bahwa Temerario adalah “mobil yang jauh lebih matang” dengan tingkat performa yang “belum pernah mungkin terjadi sebelumnya.”
Tenaga ini dimanfaatkan melalui desain mesin revolusioner yang menampilkan konfigurasi turbocharger “hot V”. Dengan menempatkan turbo tepat di dalam mesin berbentuk V, gas buang mencapai turbin lebih cepat, meminimalkan jeda dan memaksimalkan efisiensi. Hal ini memungkinkan Temerario mencapai redline 10.000 rpm yang luar biasa—suatu prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada mobil produksi turbocharged, bahkan melampaui penawaran V12 terbaru Ferrari yang mencapai puncaknya pada 9.500 rpm.
Mode Drift dan Dinamika Berkendara
Temerario tidak hanya memberikan kecepatan; itu mendorong penanganan yang menyenangkan. Untuk pertama kalinya dalam supercar Lamborghini, kendaraan ini dilengkapi Mode Drift yang dilengkapi pabrik dengan tiga level yang dapat dipilih. Memanfaatkan vektor torsi pada gandar depan dibandingkan mengandalkan pengereman, sistem ini memungkinkan pengemudi mengendalikan oversteer dengan presisi dan nuansa alami. Level 1 memberikan penyimpangan yang terkendali, Level 2 memungkinkan sudut hingga 30 derajat, dan Level 3 mendorongnya hingga 40 derajat yang agresif.
Mohr sendiri harus mengkalibrasi ulang gaya mengemudinya saat menguji kendaraan, belajar memanfaatkan kurva tenaga mesin yang unik. Tidak seperti mesin turbocharged pada umumnya yang menghasilkan torsi puncak pada RPM rendah, Temerario mempertahankan tenaga di seluruh rentang putaran, memberi penghargaan kepada pengemudi yang tetap menekan throttle. Hasilnya adalah pengalaman menggembirakan yang memadukan responsivitas mesin yang disedot secara alami dengan tenaga turbo yang eksplosif.
Motor Fluks Aksial: Kunci Kekuatan Kompak
Motor listrik Temerario, yang dipasok oleh YASA (anak perusahaan Mercedes-Benz), adalah unit fluks aksial. Motor ini 50 persen lebih ringan dan 20 persen lebih dangkal dibandingkan desain radial konvensional, memungkinkan Lamborghini mengintegrasikan tenaga yang signifikan ke dalam paket kompak. Desain ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan dan daya tanggap pengendalian supercar.
Posisi Dalam Jajaran Lamborghini
Temerario menempati ruang unik dalam portofolio Lamborghini. Meskipun Revuelto, dengan harga lebih dari $600.000, mewakili puncak merek tersebut dengan mesin V12 yang disedot secara alami dan pengaturan hybrid, Temerario dirancang untuk pengalaman berkendara sehari-hari yang lebih mudah diakses namun sama mendebarkannya. Mohr menggambarkannya sebagai “anak anjing yang bersemangat” dibandingkan dengan kecanggihan Revuelto yang halus.
Pengenalan Temerario menandakan arah yang jelas bagi Lamborghini: elektrifikasi performa tinggi tanpa mengorbankan pengalaman mendalam yang mendefinisikan merek tersebut. Dengan mendorong batas-batas teknologi hibrida, Lamborghini tidak hanya beradaptasi dengan masa depan supercar, namun secara aktif membentuknya.






















