Para astronom telah mengamati sebuah bintang di galaksi Andromeda (M31) yang tampaknya menghilang tanpa ledakan supernova tradisional, yang menunjukkan adanya pembentukan langsung lubang hitam. Peristiwa ini, yang dijuluki M31-2014-DS1, mewakili salah satu kandidat terbaik untuk “supernova gagal” – sebuah fenomena langka di mana sebuah bintang masif runtuh ke dalam lubang hitam tanpa ledakan terang yang diharapkan.
Misteri Terbentuknya Lubang Hitam
Meskipun telah dilakukan penelitian selama beberapa dekade, mekanisme pasti di balik pembentukan lubang hitam masih belum jelas. Bintang-bintang yang massanya melebihi delapan kali massa Matahari kita diperkirakan akan runtuh, baik meledak sebagai supernova atau langsung meledak menjadi lubang hitam. Yang terakhir, supernova yang gagal, sulit untuk diamati karena tidak memiliki sinyal terang dari supernova. Hal ini membuat sulit untuk memastikan apakah beberapa lubang hitam terbentuk dengan cara ini.
Pengamatan ini memberikan kesempatan langka untuk mempelajari proses secara real-time. Para astronom mencari data arsip dari teleskop ruang angkasa inframerah NEOWISE untuk menemukan kandidat galaksi terdekat, dan akhirnya menemukan M31-2014-DS1, bintang yang terang pada tahun 2014 sebelum menghilang ke dalam kegelapan pada tahun 2022.
Bukti dan Pengamatan Pendukung
Pengamatan lanjutan menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble dan instrumen berbasis darat mengungkapkan awan kemerahan redup tempat bintang tersebut pernah berdiri. Hal ini menunjukkan bahwa lapisan luar bintang tersebar saat ia runtuh, menutupi lubang hitam yang baru terbentuk. Analisis data dari Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) dan Observatorium Sinar-X Chandra semakin mendukung model ini, menunjukkan adanya lubang hitam berukuran sekitar lima massa matahari yang dikelilingi oleh awan gas dan debu.
Data baru ini juga mendukung pengamatan sebelumnya terhadap kandidat supernova gagal lainnya, NGC 6946-BH1, yang memberikan gambaran lebih konsisten tentang proses yang sulit dipahami ini.
Masih Ada Ketidakpastian dan Penjelasan Alternatif
Meskipun menarik, interpretasi supernova yang gagal bukannya tanpa perdebatan. Beberapa astronom menyarankan penjelasan alternatif, seperti penggabungan bintang di mana dua bintang bertabrakan dan bergabung tanpa terjadi supernova. Mengesampingkan skenario ini memerlukan analisis yang cermat dan pengamatan di masa depan.
Salah satu prediksi utamanya adalah lubang hitam pada akhirnya akan menjadi gelap karena debu di sekitarnya menghilang, sementara penggabungan bintang akan terus memancarkan cahaya. Namun, proses ini mungkin memakan waktu puluhan tahun, berpotensi melebihi umur operasional observatorium yang ada saat ini seperti JWST.
Masa Depan Penelitian Supernova yang Gagal
Untuk mengonfirmasi temuan ini dan menyempurnakan pemahaman kita, para astronom menekankan perlunya lebih banyak observasi. Fasilitas generasi mendatang seperti Observatorium Vera C. Rubin di Chili dan Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman akan sangat penting untuk menemukan kandidat tambahan dan membedakan antara supernova yang gagal dan peristiwa lainnya.
“Kita memasuki era di mana kita akan mendapat lebih banyak peluang untuk mempelajari fenomena ini,” kata Suvi Gezari, astronom di Universitas Maryland.
Penemuan ini menggarisbawahi upaya berkelanjutan untuk mengungkap misteri pembentukan lubang hitam, sebuah pertanyaan mendasar dalam astrofisika. Hilangnya bintang di Andromeda berfungsi sebagai petunjuk menarik, mendesak penyelidikan lebih lanjut dan menjanjikan wawasan baru mengenai siklus hidup bintang masif.
