Додому Berita dan Artikel Terbaru Lebih dari 500 Merpati Diselamatkan dari Rumah Carolina Utara

Lebih dari 500 Merpati Diselamatkan dari Rumah Carolina Utara

Lebih dari 500 Merpati Diselamatkan dari Rumah Carolina Utara

Lebih dari 500 merpati baru-baru ini diselamatkan dari sebuah properti di Greensboro, North Carolina, dalam sebuah operasi yang melibatkan beberapa organisasi kesejahteraan hewan. Insiden ini menyoroti tantangan dalam pemeliharaan hewan yang tidak diatur dan kenyataan yang seringkali mengejutkan dalam perawatan merpati domestik.

Operasi Penyelamatan

Layanan Hewan Guildford County, bersama dengan dua penyelamat burung yang berbasis di Charlotte, menanggapi seruan yang awalnya diperkirakan melibatkan sekitar 300 burung. Setibanya di sana, tim penyelamat menemukan sekitar 550 merpati terkurung di dalam kandang di belakang rumah kosong tersebut.

“Saat saya masuk, rahang saya seperti menyentuh lantai,” kata penyelamat Dillya Eisert kepada WFMY. Banyaknya jumlah burung membutuhkan lebih dari 12 peti dan pengangkut untuk diangkut dengan aman. Petugas pengawas hewan, teknisi veteriner, dan spesialis perawatan hewan bekerja sama untuk mengumpulkan merpati tanpa cedera.

Mantan penyewa rumah tersebut, menurut kerabatnya, menempatkan burung-burung tersebut di ruang bawah tanah. Properti tersebut saat ini tidak dihuni, sehingga keadaan di sekitar merpati skala besar tersebut menjadi tidak jelas.

Rehabilitasi dan Adopsi

Carolina Waterfowl Rescue kini merawat merpati yang telah pulih, menyediakan makanan dan perawatan medis. Burung yang sehat pada akhirnya akan tersedia untuk diadopsi.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab dalam memelihara hewan peliharaan dan perlunya pengawasan ketika melibatkan banyak hewan. Meskipun merpati sering dianggap sebagai hama, para ahli menekankan bahwa mereka dapat menjadi hewan peliharaan yang penuh kasih sayang, bersih, dan berumur panjang—rata-rata 10 hingga 15 tahun—bila dirawat dengan baik.

Menantang Kesalahpahaman

Asosiasi Dokter Hewan Avian menyatakan bahwa merpati telah difitnah secara tidak adil. Dokter hewan Maryella Cohn dan Zoë Selby mencatat bahwa merpati “lebih suka kebersihan!” dan perlu mandi secara teratur untuk menjaga bulunya. Hal ini sangat kontras dengan persepsi umum yang menganggap merpati sebagai “tikus bersayap”.

Penyelamatan ini menggarisbawahi pentingnya perlakuan manusiawi terhadap semua hewan, bahkan hewan yang sering diabaikan atau disalahpahami. Kesejahteraan hewan yang efektif memerlukan intervensi dalam kasus-kasus ekstrem dan pendidikan berkelanjutan tentang praktik perawatan yang tepat.

Exit mobile version