Petugas pemadam kebakaran Korea Selatan mengintegrasikan robot otonom yang inovatif ke dalam operasi mereka. Kendaraan roda enam, yang awalnya dirancang untuk keperluan militer, kini dilengkapi dengan selang berkapasitas tinggi untuk pemadaman kebakaran dan penerangan, serta pencitraan termal untuk menavigasi lingkungan yang dipenuhi asap.
Menghadapi Profesi yang Mematikan
Pemadam kebakaran pada dasarnya berbahaya. Selama dekade terakhir, di Korea Selatan saja terdapat 1.788 petugas pemadam kebakaran tewas atau terluka saat menjalankan tugas. Di AS, tercatat 62 kematian petugas pemadam kebakaran pada tahun 2024. Bahkan insiden yang selamat pun memiliki risiko: asap beracun dan keruntuhan struktural menimbulkan ancaman besar bagi petugas pemadam kebakaran dan warga sipil. Robot baru ini dirancang untuk mengurangi bahaya ini.
Kondisi Ekstrim, Desain Canggih
Robot tak berawak ini dapat memasuki lingkungan dengan suhu melebihi 1.000 derajat Fahrenheit tanpa risiko bagi manusia. Sistem pendinginan mandirinya mempertahankan suhu eksternal antara 122–140°F bahkan dalam cuaca yang sangat panas. Alat berat ini mampu melaju hingga 31 mph dan mampu melintasi tanjakan hingga 60 persen, sehingga cocok untuk parkir bawah tanah dan kebakaran gudang.
“Nilai sebenarnya dari robot ini bukan hanya ketahanannya terhadap panas atau kekuatan pemadaman api, namun perannya sebagai ‘AI Fisik’ yang beroperasi di lokasi bencana yang sebenarnya,” kata Pejabat Komisioner Badan Pemadam Kebakaran Nasional Seung-ryong Kim.
Selang tersebut juga berfungsi sebagai sumber cahaya bertenaga tinggi, membantu petugas pemadam kebakaran dalam pencarian dan penyelamatan. Modul listrik tahan air memastikan keandalan dalam kondisi yang menantang.
Belajar dari Data Dunia Nyata
Hyundai telah menyumbangkan dua robot ke stasiun pemadam kebakaran Korea Selatan, dan dua lagi direncanakan. Ini bukan upaya yang terisolasi: Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles telah menguji drone pemadam kebakaran pada awal tahun 2020, dan pesawat berkaki empat Spot dari Boston Dynamics juga telah digunakan dalam respons kebakaran. Kuncinya adalah data operasional: robot akan belajar dari penerapan di dunia nyata untuk menjadi platform tanggap bencana yang lebih canggih.
Teknologi ini mewakili perubahan penting menuju perlindungan responden pertama. Dengan mengerahkan mesin tak berawak ke zona berisiko tinggi, prioritasnya adalah menyelamatkan nyawa dan mengurangi cedera dalam profesi yang sangat berbahaya ini.
