Axolotl, salamander asli Meksiko yang terancam punah, sekali lagi mengejutkan para ilmuwan dengan kemampuan regeneratifnya. Penelitian baru yang diterbitkan dalam Science Immunology mengungkapkan bahwa makhluk-makhluk ini dapat menumbuhkan kembali timus mereka sepenuhnya, organ kekebalan kompleks yang penting untuk produksi sel T, setelah dihilangkan seluruhnya. Ini adalah contoh pertama yang terdokumentasi mengenai regenerasi timus penuh pada vertebrata mana pun, menantang asumsi lama tentang perbaikan organ kekebalan.
Penemuan Terobosan
Selama beberapa dekade, timus dianggap sebagai organ yang memburuk seiring bertambahnya usia dan, setelah rusak atau diangkat, tidak dapat pulih sepenuhnya. Penelitian sebelumnya menunjukkan regenerasi parsial pada beberapa hewan, namun axolotl di luar dugaan dengan membangun kembali timus yang berstruktur rumit dari awal. Para peneliti di Institut Penelitian Medis Tiongkok dan Fakultas Kedokteran Universitas Massachusetts Chan mengeluarkan timus dari axolotl remaja dan mengamati pertumbuhan kembali organ secara lengkap pada lebih dari 60% subjek dalam waktu 35 hari.
Regenerasi Fungsional Dikonfirmasi
Timus yang beregenerasi tidak hanya serupa secara struktural; mereka berfungsi penuh. Ketika ditransplantasikan ke axolotl lain, organ-organ tersebut terintegrasi dengan mulus, menunjukkan pemulihan kapasitas kekebalan secara menyeluruh. Tingkat regenerasi fungsional ini belum pernah terjadi sebelumnya dan menunjukkan adanya jalur biologis unik yang berperan.
Faktor Genetik dan Molekuler Utama
Studi ini mengidentifikasi dua komponen penting yang mendorong proses regenerasi: gen Foxn1, yang sudah diketahui penting untuk perkembangan timus, dan molekul pemberi sinyal yang disebut midkine. Meskipun midkine terdapat pada embrio manusia, sebagian besar menjadi tidak aktif pada orang dewasa. Kehadiran midkine pada axolotl menunjukkan bahwa membangkitkan kembali jalur ini berpotensi merangsang pertumbuhan kembali timus pada manusia, membalikkan penuaan kekebalan atau membantu pasien yang telah menjalani timektomi (operasi pengangkatan timus).
Implikasinya terhadap Pengobatan Manusia
Axolotl menjadi landasan penelitian regenerasi, menawarkan “kunci utama” alami untuk memahami dan berpotensi mereplikasi proses regeneratif pada manusia. Para peneliti sedang mencari cara untuk memanipulasi sel induk manusia untuk meniru kemampuan regeneratif axolotl, sehingga membuka jalan bagi terapi kekebalan transformatif.
“Kami sedang meletakkan dasar bagi terapi transformatif yang dapat mendefinisikan kembali pendekatan kami terhadap pemulihan kekebalan tubuh,” kata rekan penulis studi Maximina H. Yun.
Kemampuan untuk merangsang pertumbuhan kembali timus dapat merevolusi pengobatan defisiensi imun, penyakit autoimun, dan penurunan kekebalan terkait usia. Kemampuan regenerasi axolotl yang luar biasa memberikan cetak biru penting bagi terobosan medis di masa depan.
