Penemuan arkeologi baru-baru ini di Aberdeen telah mengungkap jembatan gigi tertua di Skotlandia, yang menawarkan gambaran langka tentang kedokteran gigi abad pertengahan dan hierarki sosial. Dibuat dari emas 20 karat, pengikat gigi rumit ini milik seorang pria paruh baya yang hidup antara tahun 1460 dan 1670. Penemuan ini, yang dijelaskan secara rinci dalam British Dental Journal, menantang asumsi tentang sejarah perawatan kesehatan, mengungkapkan bahwa bahkan berabad-abad yang lalu, estetika gigi merupakan penanda kekayaan dan status sosial yang kuat.
Artefak Langka dari St. Nicholas Kirk
Penemuan ini dimulai pada tahun 2006, ketika para arkeolog yang menggali dasar Kirk Timur St. Nicholas di Aberdeen menemukan banyak koleksi sisa-sisa kerangka. Di antara sekitar 900 orang yang ditemukan di situs tersebut, para peneliti baru-baru ini memeriksa ulang 100 tengkorak menggunakan teknik pencitraan canggih. Hanya satu kerangka yang memiliki pengikat gigi—struktur kawat yang digunakan untuk menstabilkan gigi lepas.
Dengan menggunakan spektroskopi sinar-X, pemindaian mikroskop elektron, dan penanggalan radiokarbon, tim mengidentifikasi pasien tersebut sebagai seorang pria paruh baya yang meninggal di Aberdeen antara pertengahan abad ke-15 dan akhir abad ke-17. Yang terpenting, pola kerusakan gigi menunjukkan bahwa jembatan emas tersebut telah dipasang dalam jangka waktu yang lama sebelum kematiannya, sehingga mengesampingkan kemungkinan bahwa jembatan tersebut merupakan penambahan post-mortem untuk tujuan penguburan.
Siapa yang Melakukan Kedokteran Gigi Abad Pertengahan?
Meskipun pengikatan gigi sudah ada sejak 2.500 SM di Mesir kuno, prosedur perawatan gigi yang rumit belum tersebar luas di Eropa hingga Abad Pertengahan. Namun, jarang sekali praktisi yang berprofesi sebagai dokter atau ahli bedah dalam pengertian modern.
“Selama Abad Pertengahan, gigi sering kali dirawat oleh tukang cukur, atau dentatores, yang merupakan individu yang mengkhususkan diri pada gigi.”
Perbedaan ini menyoroti sistem perawatan kesehatan yang terfragmentasi di mana keahlian khusus menangani fungsi tubuh tertentu. Tidak adanya artefak serupa di Inggris sebelum abad ke-17 menjadikan temuan Skotlandia ini sangat penting, menandai contoh pertama alat semacam itu yang diketahui di wilayah tersebut.
Emas sebagai Penanda Kekayaan dan Kebajikan
Pilihan emas 20 karat untuk pengikatnya sangat tepat. Campuran berkualitas tinggi ini menunjukkan bahwa pasien tersebut tidak hanya kaya tetapi juga memiliki koneksi yang baik dalam komunitasnya. Catatan menunjukkan bahwa sekitar 22 tukang emas beroperasi di Aberdeen selama era ini, memiliki keterampilan teknis yang diperlukan untuk membuat dan mengikat kabel rumit tersebut dengan aman.
Namun, motivasi untuk prosedur mahal tersebut lebih dari sekedar fungsionalitas. Pada periode Abad Pertengahan Akhir dan Modern Awal, penampilan fisik sangat terkait dengan karakter moral. Senyuman yang sehat dan utuh sering kali dipandang sebagai cerminan kebajikan dan nilai sosial seseorang.
“Penampilan seseorang dan kesehatannya terkait dengan dosa seseorang,” jelas penulis penelitian tersebut. “Oleh karena itu, pentingnya senyum seseorang secara sosial mendorong mereka yang mampu membayar perawatan tersebut untuk mencarinya.”
Kesimpulan
Jembatan gigi emas 20 karat ini berfungsi lebih dari sekadar keingintahuan medis; ini merupakan bukti hasrat abadi manusia akan kesempurnaan estetika dan validasi sosial. Artefak tersebut menggambarkan bahwa persilangan antara kekayaan, standar kecantikan, dan kesehatan pribadi bukanlah fenomena modern, melainkan sebuah konstanta sejarah yang telah membentuk perilaku manusia selama berabad-abad.